facebook fortune teller

sejak kecanduan facebook beberapa bulan lalu, sampe sekarang tiap hari mesti buka situs jaringan pertemanan yang satu itu. kadang nggak ngutek kemana-mana sih, cuman ngebuka ramalan-ramalan aja. kenapa ramalan-ralaman itu begitu menarik buat aku? they are almost accurate. terutama tentang perasaan yang berhubungan sama cinta. halah!! tapi, kalo ramalannya jelek, aku gak pernah percaya. i don’t bad fortune. yang namanya fortune itu harus yang baik :))

misalnya hari ini, kita lihat ramalan berdasarkan zodiak. cancer: Dian,
Feelings tend to get in the way, so put them in words, with consideration for the needs and fears of the other person. If you are feeling dissatisfied with an area of your life, this is the perfect day to do something about it. Your ability to make changes in your life is at a high point. You’ve still got a lot of hassles to deal with, but they don’t seem as awful as they once did.

lalu yang berhubungan sama tarot:

Temperance
Like the Justice card, Temperance represents balance and harmony in your life. It signifies the need to find common ground in current situations and to bring opposing sides together. It is time to find a happy median between what you want in life and what you really need. By avoiding confrontation, you can give yourself the opportunity to thrive in a healthy environment free of negative influences.

kemudian yang berhubungan sama chinnese sign, DRAGON, Dian,
You’re dissatisfied with the same old tune you’ve been playing or listening to from others, and now you’re apt to do something different. You’re drawn to the unfamiliar.

kenapa ada kata-kata yang mengandung ketidakpuasan di dua ramalan? terus, berani-beraninya nyuruh untuk melakukan perubahan, dan untuk ngambil kedua sisi hidup sekaligus. huuhh… tau-taunya si mbah facebook ini, kalo yang diramal emang suka berdiri di satu sisi aja. hiks.. bu Umiiii.. i miss you… pengen temen curhat!!

hidup facebook

yang lagi mellow

← 1st month anniversary
merayakan diri, 32 and then... →

Author:

Dian adalah penulis novel Kita dan Rindu, Rahasia Hati, Ketika Ibu Melupakanku dan 5 buku lainnya. Lahir 1976, menyelesaikan kuliah di Komunikasi STIK Semarang & Kriminologi UI. Anak ke-2 dari 4 bersaudara. Ibu dari Vanya Annisa Shizuka dan anak-anak lain. Child Protection Advocacy Specialist di Yayasan Sayangi Tunas Cilik. #dianspoint #geocaching #lifeofawriter #lifeofatraveler #workhardtravelwell #luckybastardian #moviegoer

  1. hehe… iya sih, tapi seru dan gambarnya bagus-bagus Goen.
    ayo.. ayo.. mari berteman di facebook. thanks ya Dut, udah di-add

  2. hehehehe….numpang ya mbk dian…facebook???aku blm berhasil registrasi…hah…ya udh gitu aj mbk,cuma mo nmapang koq.ckakakakak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

What to Read Next

Lucky Bastard #4: Lahir di Generasi Musik Terbaik

Sejak kecil saya selalu merasa istimewa. Terserah apa kata orang! Pokoknya saya istimewa :) Well, ain’t we all? Maka untuk membuktikan keistimewaan saya, saya sering menghabiskan waktu untuk mencari apa yang membuat saya istimewa. Dimulailah dengan menanyakan pada Google, what happened on 1976. Maka saya menemukan beberapa kejadian berikut (ini...

Read More →

Selamat Ulang Tahun, Pak

Bapak sayang, Hari ini Bapak merayakan ulang tahun di tempat yang berbeda dengan kami. Aku ingat pada suatu hari Bapak menolak ketika Ibuk mau merayakan hari lahirmu. “Nanti saja kalua sudah bonusan, baru dirayakan.” Bonus yang Bapak maksud adalah kalua sudah lewat dari usia 63 tahun Aku tahu dari mana...

Read More →

Apa Kabar Perlindungan Anak di Abad Pertengahan?

Pada sebuah kunjungan ke Kastil Muiderslot - museum tertua di Belanda, pertanyaan itu secara serius ditanyakan Mike pada saya. "Can you imagine working as child protection specialist at that time, liefje? You'll never be home on time." Atau sesuatu semacam itu kira-kira. Seperti layaknya seorang turis di negeri orang, begitu...

Read More →

Ambar Margi; o. Mumi

Waktu rasanya begitu panjang tetapi aku tidak benar-benar merasa ada di dalamnya. Yang kuingat hanya kami sampai di sebuah motel di pinggiran kota. Seseorang menghampiri kami lalu menanyakan mau berapa lama kami menginap. Aku tidak memahami sepenuhnya pembicaraan lek Minto dan orang itu. Setelah terjadi kesepakatan, orang itu menunjukkan arah,...

Read More →

Bapak Pulang

Beberapa kali saya menulis draft tulisan tentang Bapak, tetapi selalu terdistrak, sampai akhirnya terlambat. Sekarang Bapak sudah tidak akan membaca tulisan ini. Tapi memang Bapak tidak perlu membacanya. Bapak tahu apa yang dilakukannya dan dirasakan oleh anak-anaknya. Saya dilahirkan di kota kecil Salatiga, dikelilingi oleh orang-orang tua yang membentak anaknya,...

Read More →