sewindu anakku

delapan tahun sudah kau menghirup asap dunia
pahit manisnya kau sendiri satu masa nanti akan menamai

sementara dalam ingatanku
masih kurva lembut di dalam sana
bergeser ke sana ke mari
memberi bukti bahwa duniaku tidak sendiri

delapan tahun lalu, disaat sempalan nyawa ini merasa ingin berhenti menunaikan tugasnya
kembali berdetak tak mau berhenti
berpacu memompa ASI agar ada jiwa lain yang suatu hari nanti juga berlari
melawan!

hari ini
smakin pasti kupercaya
bukan aku yang menyelamatkan jiwamu
tapi kau yang menarikku kembali dari keterpurukan

terima kasih ya Haq
Kau pinjamkan rasa berjaya karena buah hati
masih memanggilku ibu
hingga detik ini

← collecting failure... illusion
bee →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. happy belsdey VAnya.May every angels from heaven be with you always..and may you’ll be the best in every way you’ll take..*kisses and hugs buat Vanya*

  2. ah.. ikut wishing vanya a happy birthday. semoga kebaikan senantiasa mengalir dalam hidupmu…

    senangnya punya anak ya, bu…. jadi pengen.. *curcol*

  3. makasih tante Stey sama tante Yoan.
    ini tante Yoan curcolnya dari dulu belum kelar2 ya? makanya cari donatur dulu tante…
    ๐Ÿ˜€

  4. wah udah telat 1 hari ni mbak, tapi gpp. Met Ultah ya dik vanya.. ๐Ÿ™‚
    o iya mbak, alamat blogku pindah di http://jimox.net
    di update ya mbak link di blogroll nya mbak dian. kemana aja mbak? kok jarang mampir ke blogku sekarang? ๐Ÿ™‚

  5. Selamat ulang tahun buat putrinya, Mb Dian. Anak memang menjadi penyejuk hati. Salam kenal ya BU. Saya senang sharing seperti ini. Sering2 saling maen yuk ๐Ÿ™‚
    .
    Edwin

  6. @Mama: makasih

    @Jimox, ok, ntar aku ganti ya. eh, aku masih suka jalan2 ke sana kok. coba cekkk

    @Sinta: thanks tante… amieeennn

    @Edwin: Siap. segera saya link-kan

  7. HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

    MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    SALAM SAYANG SELALU

  8. HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..

    Menyapa sahabatku chayank..
    MAAF..

    AWARDNYA SEGERA DI AMBIL YAAAAK.. *muka melas mode ON*..

    Alamatnya kangboed.com Gempa Award Berpotensi Tsunami

    salam sayang selalu

  9. Duh… telat nih…
    Gak apa-2 ya mbak… hehehe *tersipu*

    Selamat ulang tahun tuk Vanya yang cantik.
    Semoga menjadi kebanggaan keluarga.. Amin.

  10. pibezdey, dek Vanya…moga jadi anak yang pinter,soleha,cantik dan sayang ma keluarga..amin..
    mwaaaaaaaaahh…

    minta dwunk kuena…*twing..twing..* xixixixixiix ๐Ÿ˜‰

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Ambar Margi: f. Perawan Tua

Aku terus dibesarkan sebagai โ€˜anak nakalโ€™ ibu. Sedikit sekali kenangan yang kuingat tentang bagaimana aku dan ibu bisa tersenyum bersama. Hampir semua yang kulakukan adalah kesalahan. Membantu mengangkat padi untuk menghindarkannya dari siraman hujan saja, tetap salah. Aku seharusnya tidak meletakkan mereka di dalam rumah lah, bukan begitu cara mengangkat...

Read More →

Ambar Margi: e. (bukan) Suami Takut Istri

Pernah terpikir di kepalaku bahwa bapak adalah sosok suami takut istri. Dia tidak pernah membelaku atau Yanto dari pukulan-pukulan yang dihadiahkan ibu pada kami. Tapi bukan karena itu. Bapak tidak pernah menyentuh ibu karena menurutnya merawat anak adalah hak ibu. Anak-anak ada di bawah kekuasaan ibu, sementara urusan lain bapak...

Read More →

Ambar Margi; c. Nakal

Sejak kecil aku tidak pernah tahu apa kesalahanku. Ibuku selalu bilang, โ€œJangan nakal! Dasar anak nakal! Awas kalau nakal!โ€ Tapi dia tidak pernah menjelaskan padaku, nakal itu apa. Waktu aku bermain lompat tali dengan teman-teman di depan rumah, ibu memanggilku. Aku mendengar tapi enggan mendatanginya. Aku hanya berteriak โ€œIyoooโ€ฆโ€ menyahut...

Read More →

Ambar Margi; b. Perempuan di Titik Nol

Suatu hari ada seorang perempuan datang ke penjara dan mengebonku untuk berbicara dengannya. Bon adalah istilah untuk para napi, jika ada petugas yang memanggil kami untuk keperluan apapun. Ada yang besuk, mau disidang, diminta tolong memijat, disuruh membersihkan ruang petugas, semua istilah awalnya sama, dibon! Aku benci istilah itu, mengingatkanku...

Read More →

Ambar Margi; Bungkus Kacang

Dulu, aku sama sekali tidak suka membaca. Sejak kelas satu SD dan baru disuruh membaca โ€œini budiโ€ dan seluruh keluarganya saja, aku sudah berusaha untuk lari dari kelas. Menurutku membaca sangat melelahkan. Karena huruf-huruf yang sama itu seperti berlompatan begitu saja dari kertas. Apalagi membaca koran, jungkir balik rasanya, harus...

Read More →

Posesif

Wajah sang perempuan sudah lebam-Lebam, lehernya berkalung bekas cekikan, tapi dia tetap menemani orang yang meninggalkan bekas luka itu, dengan alasan, "Tanpa saya, apa jadinya dia." Familiar dengan cerita seperti itu? Atau pernah berada di dalam lingkaran gelap itu? Menonton film Posesif membuat saya serasa ditarik pada kejadian 20 tahun...

Read More →

Sekolah Kids Zaman Now

Sudah seminggu ini anak saya terlihat lebih sering murung di dalam kamar dan menolak menjawab kalau ditanya kenapa. Ini sungguh mengkhawatirkan buat saya. Ada banyak kemungkinan buruk yang sudah bermain-main di kepala saya, sembari membayangkan diri saya sendiri ketika seusia dia. Enam belas tahun. Salah satu masa rawan. Hal hal...

Read More →