new year’s eve

Today, I got a very simple question from Munif my blogging friend. He asked me, what I think about celebrating new year’s eve. And this is my answer;
I’m no longer into celebrating new year’s eve with party, hype music, drink, fireworks, and all that. Been there, done that. You know it’s kind of a perfect way, wasting or burning our money. Like we have that much, gitu!! Hahaha
No no no… I mean, if you want to celebrate new year eve with party, that’s fine. We always have choices right? As I choose not to. Why bother? I had a thought that the esence of celebrating new year’s eve, is in the counting down the seconds before they go to zero. Am I right? Or am I right?
If only I was right, I choose to count from 10 to 0 every night before I go to zzzland. Cos days are the same for me. 1st of January to 31st of December are only numbers. What we do among them that makes them different.

If you would argue me, that some people celebrate new year’s eve cos they want to make new resolutions. Well… I will as well argue with the same answer. Just make a new resolution everytime we open up our eyes. Dear God, I want to do my sit up 40 times today. Or, Dear Whatever, I’ll quit cheating my boyfriend.
And by the night before we counting down from 10 – 0, we simply thank God cos we had fulfill our resolution. Or if we don’t, simply review what we’ve done today, so that we forget about the resolution.

But if you still want to party party… That’s fine. It’s your call.

And Munif asked me what I want to do this new year eve.
Me?
I want to hug someone I love. Could be Vanya in Cilegon, my mom or my dad, my lil sister or brother in Lampung, or my beloved (hopefully) future lover in Jakarta, Jogja, or Semarang? Hahaha… “ngarep” version.

What about you?

← mother
Arisan FeMale X →

Author:

Dian adalah penulis yang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan kejahatan. Dia menyelesaikan studi Perlindungan Anaknya di UI tahun 2016 lalu. Saat ini sudah 5 novel yang ditulisnya sendiri, dan 3 buku lain ditulis bersama penulis lain.

  1. New year’s eve means hanging out with family and friends. Not necesserily parties whatsoever, I just love spending the night with the people I love and care about: family and friends 🙂

  2. Me?
    When everyone’s doing their bedol desa to Bali, I’ll catch my beauty sleep and wake up on the next year.
    Like u said, they’re just numbers.
    hahaha.. the ngarep version is very ticklish..
    Amiiin..

  3. What I am gonna do on nu yee..!?!? Waiting for u n ditto I think.. Heheh.. ** moga2 ga siaran **

  4. Venus, thanks for visit my web

    Shantoy, you’re bad… you’re very bad!! You always underline the ‘ngarep’ thing of me. How could you do that to me, huh!! 🙂

    OJ aya, yay!! I remember us (Ditto, you and me) and the ‘kayaknya everybody does deh’ thing. Back in that day, haha

  5. I can be ur reminder, Yan..
    Hahahahaha…
    You said that urself, I was just exaggerating it.
    Anyway, I’m serious about going to sleep on new year’s eve…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What to Read Next

Wong Fu Kie

Dia menarikku turun dari taksi online yang sudah setengah jam tidak bergerak di keramaian pasar, tepat di depan toko yang penuh sesak dengan mainan. Keputusan tepat, hanya lima menit waktu yang kami butuhkan untuk sampai di tujuan. Tetapi dengan mobil, mungkin bisa lebih dari satu jam. Kami meliuk-liuk ala Gal...

Read More →

Banda, Jejak yang Gelap dan Dilupakan

Saya mengaku dosa dulu sebelum menulis ini ya. Sudah lama sekali saya nggak nonton film buatan Indonesia. Saya merasa berdosa, sombong, angkuh, sok Hollywood, name it lah! Saya minta maaf. Setelah ini saya janji akan lebih banyak berinvestasi di XXI dengan nonton film buatan anak negeri. Amin. Baiklah, saya ceritakan...

Read More →

Pasola, Sebuah Budaya Kekerasan

Hari Senin, 20 Maret 2017 adalah salah satu hari keberuntungan saya di awal tahun ini, selain banyak hari-hari lainnya. Dalam perjalanan kerja ke Sumba, tim OnTrackMedia mendapat kesempatan untuk menonton Pasola di Wainyapu Kodi. Sebetulnya kami berniat mengikuti prosesi dari dini hari ketika orang mencari nyale di laut, tetapi kami...

Read More →

Logan, Perlindungan Anak dan Alzheimer

Minggu lalu saya nonton Logan dengan anak saya. Ya, saya boleh disalahkan karena Vanya belum 17 tahun dan dia ikut nonton film penuh kekerasan itu, dan saya mengizinkannya. Tapi rupanya dia punya mekanisme menghindari nonton adegan kekerasan. Tiap ada adegan kekerasan dia memalingkan seluruh wajahnya ke HP dan scrolling entah...

Read More →

Perempuan Tidak Sama dengan Ibu

Selamat Hari Perempuan Sedunia! Hari ini berbeda dari hari-hari lain ketika saya menggunakan google untuk mencari informasi. Biasanya saya selalu senyum senang melihat doodle yang lucu-lucu dan super kreatif. Tapi kali ini, doodle yang muncul agak membuat saya berpikir keras. Doodle hari ini adalah 8 ilustrasi yang menggambarkan perempuan dan...

Read More →

The Last Page

Pagi ini saya berharap bangun pagi dan mendapat keceriaan hari Minggu yang paling berhak saya dapatkan. Tapi rupanya berita yang pertama masuk adalah berita duka. Tommy Page meninggal dunia. Yang bikin lebih miris lagi adalah penyebab meninggalnya karena bunuh diri. Saya segera mencari tahu apa yang terjadi, tetapi kebanyakan informasi...

Read More →